Kejar Passion Tanpa Resign, Bisa Banget!
Kejar Passion Tanpa Resign, Bisa Banget!
By : rheza fp

Dalam berkarier, pasti ada saja yang mesti lo korbankan ketika mencari dan mendapatkan pekerjaan. Misalnya saja, salah satunya, lo mesti mengorbankan passion untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan yang steady.

Yang kayak begitu kenyataannya tidak sedikit. Menjalani pekerjaan yang nggak sesuai passion pada akhirnya jadi kelaziman. Sementara lo sebenarnya geregetan ingin melakukan sesuatu yang sesuai passion lo di luar sana.

Jangan salah, lho. Passion yang diabaikan pun sebenarnya buruk untuk perkembangan kehidupan lo secara umum. Tanpa mesti menyalahkan karier di kantor yang sedang lo jalani saat ini, pursuing passion sudah menjadi hak bagi semua orang yang ingin mendapatkan kehidupan yang lebih seru dan bermakna. Mungkin lo salah satu di antaranya.

Yang mesti lo tahu; faktanya, lo nggak mesti resign dari pekerjaan lo saat ini karena alasan klise “mengejar passion”. Jeff Goins, penulis buku The Art of Work: A Proven Path to Discovering What You Were Meant to Do menyatakan dengan tegas kalau resign dari kerjaan demi mengejar mimpi yang sesuai passion lo adalah ide yang buruk.

Ia menggambarkan, orang-orang besar yang sukses nggak sembarangan untuk bisa menggapai mimpinya. Bill Gates butuh sebelas tahun sampai dia menyatakan dirinya “sukses dalam semalam”. Bersama Steve Wozniak, Steve Jobs memulai Apple Computer pada 1976. Komputer mereka, Macintosh, yang dirilis di 1984 kemudian berhasil soal penjualan. Bisa lo bayangkan, kalau lo memilih resign sekarang, dan pursuing your passion sebegitu lama. Nggak masalah kalau lo seorang miliarder, tapi jadi masalah kalau masih bergantung dengan steady income.

Tapi di sini, lo, para Passioners, bisa mendapatkan cara praktis untuk bisa memulai discover and pursue your passion. Caranya nggak sulit kok, mulai dari hal yang kecil. Seperti;

Buat daftar apa saja passion lo dan buat ranking prioritasnya

Passioners ambil notes, mulai tuliskan passion apa saja yang ingin lo kejar. Setelah itu, urutkan sesuai prioritasnya; dari mulai yang paling masuk akal untuk bisa langsung Passioners jalani sampai ke yang paling nggak masuk akal, berisiko.

Passion yang keren menurut kami adalah passion yang punya impact positif ke orang-orang dan lingkungan sekitar. Jika Passioners memasukkan itu dalam daftar, pertimbangkan untuk diprioritaskan.

Dalami skill yang dibutuhkan sebagai “mesin” untuk mengejar passion lo.

Ini penting banget. Kalau Passioners cuma punya passion tapi nggak punya skill, bagaimana lo bisa mewujudkan mimpi lo ke depannya? Mulai dalami keahlian khusus tersebut dari sekarang!

Manajemen waktu yang bagus

Karena Passioners akan menjalankan dua “dunia” yang nantinya berbeda; dunia kerja yang lo jalani dan dunia passion lo sendiri, sudah tentu lo mesti pandai mengatur waktu.

Nggak sulit kok, sekarang sudah banyak aplikasi yang bisa membantu manajemen waktu lo dengan mudah seperti Calendar-nya Google dan Trello. Biasakan bekerja dengan sistem “timebox”; Passioners menentukan sendiri sebuah task akan dibereskan dalam waktu berapa lama, dengan begitu day job lo akan jauh lebih efektif terselesaikan, untuk kemudian lo bisa fokus menjalankan passion yang akan lo kejar.

Prioritaskan “day job”, tapi tetap fokus pursuing passion

Tentunya sebagai seorang profesional, Passioners mesti prioritaskan pekerjaan utama di kantor. Tapi di lain pihak, passion yang sudah benar-benar Passioners yakini untuk dikejar dan dijalani itu juga mesti diperlakukan sefokus mungkin. Sedikit tricky, tapi kedewasaan dan profesionalisme yang sudah digembleng sebelumnya bakal membuat Passioners mampu untuk menggapai cita-cita sesuai selera.

Tebar jala pertemanan, networking itu penting

Well, sekarang sudah eranya media sosial. Passioners bisa dengan mudah menemukan komunitas di forum-forum di Facebook, LinkedIn, atau website-website forum yang berisi orang-orang dengan passiondan ketertarikan yang sama dengan lo. Dari situ, Passioners bisa berbagi dan berkonsultasi dengan mereka yang sudah berpengalaman.

Dari sini, lo sudah menjalin networking yang solid. Jangan salah, dari pertemuan dengan orang-orang “baru” ini, hidup lo bisa saja bakal berubah lebih baik.

Bernaung di Passionville

Jika networking adalah sesuatu yang penting banget, Passioners kini punya wadah khusus untuk bertemu dengan mereka yang berpegang teguh pada passion-nya di Passionville.

Di Passionville ini, lo bisa membuat mimpi lo jadi kenyataan. Jika lo punya ide-ide proyek yang keren, yang sesuai passion lo, dan lo pikir akan punya impact baik ke lingkungan, kota, dan bahkan Indonesia, lo mengikuti #ProjectPassion. Passioners bisa mengirimkan proposal proyeknya melalui website www.passionville.id.

#ProjectPassion di #Passionville2017 akan melombakan proposal-proposal proyek sosial berbasis passionuntuk dipilih hingga fase final. Proposal yang dinilai paling kreatif dan punya dampak sosial yang besar bagi lingkungannya akan dinobatkan sebagai pemenang.

Passionville akan membuat roadshow ke beberapa kota di Pulau Jawa dengan agenda acara workshop, passion exhibition (pameran seni, fotografi, otomotif, musik, dan film), serta mini concert. Untuk memantau kegiatan tersebut di InstagramFacebook, maupun Twitter Passionville.

Jadi, demi mengejar passion tanpa resign, Passionville siap menolong lo menggapai cita-cita!

BACA ARTIKEL SELANJUTNYA

Bikin Passion Lo Terus Membara Sepanjang Waktu
Sebelum Mulai Gapai Passion, Tanyakan Ini Pada Diri Sendiri
Informasi dalam website ini ditunjukkan untuk perokok berusia 18 tahun atau lebih dan tinggal di wilayah Indonesia.