Bernapas Bersama Peluit
PUBLIC SPEAKER
Bernapas Bersama Peluit
By : Dodik Murdiyanto Laksmana Putra

Deskripsi

Bernapas Bersama Peluit berarti saya selaku Project Passion yang peduli terhadap lingkungan sosial (Human Interest) khususnya para SUPELTAS di kota Solo. Mulanya mereka dianggap polisi cepekan. Namun lambat-laun pendapat masyarakat berubah. Mereka tak sekedar mengatur lalu-lintas dengan penuh dedikasi tinggi. Mereka tak meminta uang receh atau bayaran dari pengendara yang lewat. Panas hujanpun mereka rela bertugas. Di sisi lain, petugas polisi resmi yang seharusnya menjadi pengatur lalu-lintas merasa terbantu. Seiring perkembangan, Supeltas tersebut malah menjadi ikon lalu-lintas kota Solo. Tak lagi dicurigai seperti masa awal. Masyarakat atau pengendara yang lewat dengan senang hati memberikan beberapa lembaran rupiah atau receh jika melewati keberadaan mereka. Uang tersebut sebagai bentuk ucapan terima kasih, atau sekedar rasa simpati atas perjuangan dan kerelaan mereka.

Jumlah personil yang kian bertambah ditiap tahunnya, sedikitnya ada 36 anggota supeltas yang tercatat di Satlantas Polresta Solo. Keberadaanya mulai diakui oleh masyarakat. Cara kerja mereka dalam mengatur lalu lintas yang terbilang unik, nyentrik, ramah dan murah senyum memberi kesan tersendiri bagi pengguna jalan yang merasakan penat kemacetansaat berkendara. Sudah puluhan orang yang menekuninya. Mereka Tinggal mencari lokasi strategis yang bisa mereka jadi lahan untuk pengabdian itu. Entah atas dorongan apa mereka bersedia melakonikegiatan iniIronis memang, ketika mereka pamit dari rumah untuk bertugas, namun tak ada kepastian bahwa apa yang mereka perbuat akan membuahkan senyum. Dari namanya sudah melambangkan jika mereka sedang mengikhlaskan diri.Tak bergaji. Itulah satu potret keadaan yang ada di negeri ini. Sebuah ironi atau justru sebuah hal yang patut dibanggakan. Bahwa negeri ini masih memiliki jiwa-jiwa penuh pengabdian yang tanpa pamrih. Atau sebuah klise bahwa dengan perjuangan yang tak kenal pamrih tersebut maka nasib baik pasti akan menghampiri. Buah simpati dan keperdulian akan terlahir dijalanan.

Melalui hal tersebut saya sebagai Passioners terketuk hatinya untuk membuat project bernama Bernapas Bersama Peluit ini dengan memanfaatkan kemampuan menjait saya, saya ingin membuat masker yang tengahnya dapat dilubangi dengan tujuan ketika mereka bernapas mampu ada filter yang masuk melalui masker tersebut. Masker tersebut didesaign dengan lubang ditengahnya supaya SUPELTAS juga mampu meniup peluit mereka. Karena menurut survey pribadi passioners banyak SUPELTAS yang mengalami gangguan pernapasan karena mengabaikan hal ini. Memang sederhana sih penggunaan masker ini tetapi banyak SUPELTAS yang mengabaikan. Maka dari itu saya sangat beruntung jika Project ini mampu direalisasikan oleh PASSIONVILE karena selain berdampak positif buat lingkungan khususnya memberi kesehatan bagi pengabdi masyarakat yang bernama SUPELTAS dan juga kita harus peduli juga terhadap mereka karena mereka juga telah banyak membantu pengendara transportasi.

Resiko dan Tantangan

Paradigma masker yang dianggap ribet, pendanaan atau modal yang tentunya membutuhkan uang yang tidak sedikit karena penggunaan masker ini berkala di keseharian, walaupun setidaknya dengan project ini mampu memicu Supeltas untuk hidup lebih sehat lagi dan memperhatikan pernapasan mereka yang selalu menghirup udara yang kotor dan tercemar polusi, serta sosialisasi yang menyeluruh menjadi kendala utama dari project Bernapas Bersama Peluit ini. Semoga dengan bantuan tim Passionville resiko dan tantangan ini mampu tercover dan berjalan sesuai kebutuhan orang banyak.

Video

Budget

< 50 juta

Informasi dalam website ini ditunjukkan untuk perokok berusia 18 tahun atau lebih dan tinggal di wilayah Indonesia.