The Yacaranda Smart Trash
LINGKUNGAN DAN KEBERSIHAN
The Yacaranda Smart Trash
By : Pricilla Tamara Prawitasari

Deskripsi

Permasalahan sampah di Indonesia sudah ibarat kanker yang telah memasuki stadium IV dan hanya dengan diamputasi lah cara penyembuhannya. (Direktur Ekseskutif Dana Mitra Lingkungan :2015). Terlebih salah satu masalah di destinasi wisata sendiri adalah sampah padahal pariwisata Indonesia semakin hari semakin meningkat dengan adanya pembuktian data peningkatan jumlah wisatawan Indonesia yang melakukan perjalanan pada tahun 2012 tercatat 245.290 perjalanan dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan menjadi 250.036 perjalanan (Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 2014). Sebagai negara tujuan wisata dunia kita seharusnya berbenah diri dalam memperbaiki masalah krusial yang sejak dulu kita alami.

Selain masalah di atas permasalahan yang kerap kita jumpai adalah kurangnya akses ke internet akibat terbatasnya jumlah WiFi yang disediakan atau bahkan kerap kita jumpai beberapa destinasi wisata baik yang unggulan maupun tidak juga tidak menyediakan akses WiFi padahal kita tahu internet terutama media sosial sudah mendarah daging di era global seperti ini. Terlebih bila pengelola destinasi wisata menyediakan akses WiFi tentu saja lebih banyak orang yang akan sukarela untuk menyebarluaskan destinasi tersebut kepada khalayak tanpa takut kantong mereka jebol karena harus membeli kuota. Dari hal kecil seperti publisitas saja akan berdampak banyak terhadap obyek dan daya tarik wisata (ODTW) tersebut contohnya dengan peningkatan jumlah pengunjung pada suatu destinasi.

Inovasi terkait desain sampah yang artistik hingga sampah pintar telah dikembangkan di Indonesia tetapi masih belum dapat maksimal dalam penggunaannya sehari-hari karena belum mengakar dan belum bersatu dengan pemikirian masyarakat pada umumnya. Oleh sebab itu kami berinovasi untuk membuat desain sampah yang tak hanya unik, eye catching, tetapi juga berguna bagi sesama dan alam.

Yacaranda Trash adalah inovasi sampah terkini yang tak hanya dapat terbuka sendiri dengan mendeteksi apakah sampah tersebut organik atau anorganik, juga mengeluarkan suara sebagai indikator tempat dan kondisi tempat sampah. Sampah ini juga otomatis dapat menghidupkan WiFi yang dapat digunakan oleh orang-orang sekitar dan akan memberikan informasi kepada Dinas Kebersihan ketika tempat sampah sudah penuh. Tempat sampah ini juga mempunyai 4 stop kontak di sisi kanan dan kirinya, sumber energi tempat sampah ini berasal dari Solar Celll yang berada di atasnya, sehingga sangat ramah lingkungan. Didesain dengan menggunakan karakter-karakter tokoh pewayangan Indonesia dijamin akan membuat sampah ini lebih memiliki daya tarik sehingga diharapkan akan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berbondong-bondong membuang sampah di sini, dan Yacaranda Trash adalah solusi yang sangat efektif untuk menuju Smart City.

Tujuan dari pembuatan Yacaranda Trash ini adalah mengurangi permasalahan sampah yang ada di Indonesia khususnya di destinasi wisata karena destinasi wisata merupakan tempat yang kerap dikunjungi oleh wisatawan baik wisatawan manca negara maupun dalam negeri. Oleh sebab itu citra destinasi wisata yang baik perlu diciptakan guna menambah tingkat kunjungan wisatawan, kenyamanan, dan meminimalisir keluhan terhadap destinasi tersebut.

Selain itu diharapkan adanya Yacaranda Trash ini untuk memfasilitasi pengunjung dalam ketersediaan WiFi dan stop kontak serta menambah daya tarik terhadap obyek wisata yang mereka kunjungi.

Resiko dan Tantangan

Tantangan pertama yang dihadapi terkait bahasa pemrograman karena untuk mendesain dan menjalankan Yacaranda Smart Trash ini dibutuhkan ketepatan dalam bahasa pemrograman. Lalu tantangan yang kedua terkait tentang ilmu kemanufakturan dan desain dari Smart Trash itu sendiri.

 

Budget

< 50 juta

Informasi dalam website ini ditunjukkan untuk perokok berusia 18 tahun atau lebih dan tinggal di wilayah Indonesia.